Minggu, 03 Maret 2013

Cutting Speed ( Kecepatan Potong )

A. Cutting Speed ( Cs )


Cutting speed / Kecepatan potong alat potong di mesin milling adalah jarak yang ditempuh oleh salah satu mata potong ( gigi ) dalam meter per menit.


Cutting speed ditentukan berdasarkan :


1. Tabel


2. Perhitungan


Yang berdasarkan tabel terdapat sedikitnya 2 buah referensi yaitu :


1. Berdasarkan tabel material benda kerja,


2. Berdasarkan tabel material alat potong.


Hal – hal yang mempengaruhi Cutting speed adalah :


1. Material benda kerja,


2. Material alat potong,


3. Pendinginan ( cooling ).


Sedangkan untuk kondisi mesin itu menentukan besarnya putaran utama ( n ).


Tabel untuk material benda kerja berbagai macam. Disini kita menggunakan tabel material yang dikeluarkan oleh DIN (Jerman Barat). Tabel yang digunakan antara lain :
Steel Comparison Table,
Tabel “ Materialgruppen “ Bossard.


Tata caranya pemilihan Cs adalah sebagai berikut :
Kita tentukan material dengan menggunakan “Steel Comparison Table, Material” yang kita cari dikomparasikan dengan material yang berasal / menggunakan standart DIN ( Jerman Barat ).
Setelah diketahui material dengan standart DIN, kemudian kita gunakan tabel “Materialgruppen” untuk mencari material yang sama dengan material tersebut atau yang mendekati material tersebut pada kolom – kolom yang ada.
Setelah ditemukan material tersebut, kita lihat pada baris paling atas yaitu besarnya v ( kecepatan potong ) pada kolom tersebut.
Besarnya v yang didapat adalah Cs dari material yang kita cari.


Mencari Cs juga dapat digunakan dengan menggunakan rumus. Rumus mencarinya adalah sebagai berikut :


Cs= (π x d x n)/1000 satuannya m/min


dengan :


d = diameter alat potong, satuanya mm.


n = putaran spindle utama / alat potong, satuannya rpm.


B. Putaran Spindle Utama ( n )


Hal – hal yang mempengaruhi putaran spindle utama / alat potong ( n ) antara lain :


1. Besarnya kecepatan potong ( Cs ),


2. Besarnya diameter alat potong ( d ),


3. Kondisi mesin.


Jika kecepatan potong yang dipakai terlalu tinggi maka cutter akan lekas tumpul, jika terlalu rendah kemampuan potongnya rendah, sehingga dalam menentukan kecepatan potong harus sesuai.

Mencari n menggunakan rumus seperti yang tertulis diatas. Rumus mencarinya adalah sebagai berikut :


n= (1000 x Cs)/(π x d) satuannya rpm


dengan :


d = diameter alat potong, satuanya mm.


Cs = kecepatan potong, satuannya m/menit.


Mencari n juga dapat menggunakan tabel.


C. Feeding ( s )


Feeding untuk proses milling dibedakan menjadi Tiga ( 3 ) type, yaitu :
Feed per minute: Pergerakan meja dalam mm pada waktu 1 menit. Satuannya mm/menit. Simbolnya s / f.
Feed per cutter revolution: Pergerakan meja dalam mm pada 1 kali putaran milling cutter. Satuannya mm / revolution. Simbolnya fo / so.
Feed per tooth: Pergerakan meja dalam mm selama waktu cutter yang berputar pada benda kerja dari satu mata potong ke mata potong berikutnya. Satuannya mm/tooth. Simbolnya fz / sz.
Kecepatan potong ( Cs ),
Jenis material alat potong,
Jenis alat potong,
Diameter alat potong ( d ).
Setelah kita mengetahui data diatas maka kita harus dapat memilih tabel yang sesuai. Sebagai contoh kita gunakan tabel yang berdasarkan standart Jerman dengan material alat potongnya HSS.
Dari tabel tersebut kita cari berdasarkan jenis alat potongnya, misalnya End Mill Cutter Roughing.
Kemudian pada tabel tersebut kita cari kolom yang sesuai berdasarkan Cs yang telah kita dapatkan. Kemudian kita cari diameter alat potong sesuai dengan data yang ada.
Dari kolom Cs tersebut kita tarik ke bawah, dari diameter alat potong kita tarik ke kanan. Sehingga akan ketemu besarnya n dan s pada Cs dan diameter alat potong tersebut.


Rumus untuk feeding tersebut diatas adalah sebagai berikut :


1. Feed per minute


<”font size=”5″>s=z x n x sz satuannya mm/min


dengan :


z = jumlah mata potongnya.


n = putaran spindle utama / alat potong, satuannya rpm.


sz = feed per tooth, satuannya mm/tooth


2. Feed per cutter revolution


so=z x sz


dengan :


z = jumlah mata potongnya.


sz = feed per tooth, satuannya mm/tooth


3. Feed per tooth


sz=s/(z x n) satuannya mm/tooth


dengan :


z = jumlah mata potongnya.


n = putaran spindle utama / alat potong, satuannya rpm.


s = feed per minute, satuannya mm/menit.


Untuk mencari feeding per minute ( s ) dapat juga menggunakan tabel.



D. Cara Mencari n dan s Dengan Menggunakan Tabel


Untuk mencari n dan s dengan tabel, hal – hal yang harus diketahui terlebih dahulu adalah :


Tata cara mencari n dan s adalah sebagai berikut :
Kecepatan potong ( Cs ),
Jenis material alat potong,
Jenis alat potong,
Diameter alat potong ( d ).


Tata cara mencari n dan s adalah sebagai berikut :
Setelah kita mengetahui data diatas maka kita harus dapat memilih tabel yang sesuai. Sebagai contoh kita gunakan tabel yang berdasarkan standart Jerman dengan material alat potongnya HSS.
Dari tabel tersebut kita cari berdasarkan jenis alat potongnya, misalnya End Mill Cutter Roughing.
Kemudian pada tabel tersebut kita cari kolom yang sesuai berdasarkan Cs yang telah kita dapatkan. Kemudian kita cari diameter alat potong sesuai dengan data yang ada.
Dari kolom Cs tersebut kita tarik ke bawah, dari diameter alat potong kita tarik ke kanan. Sehingga akan ketemu besarnya n dan s pada Cs dan diameter alat potong tersebut.




sumber : http://andryanto86.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar